Spirit Of The West Lake
Di sini semua terjadi, kawan.
Kelahiran ikan-ikan, perburuan dan kematiannya sekaligus. Di tengah air yang beriak karena gerakan mereka. Sebentuk perayaan kehidupan tatkala bertahan hidup berarti adalah pembunuhan dan perampasan nyawa liyan. Manakala berkuasa dan memimpin, menjadi raja.
Percintaan dua angsa yang seperti tidak perduli pada sekitar. Bercumbu, bergandengan tangan kian kemari. Membentuk dunia sendiri.
Sebuah bayangan rembulan di permukaan danau yang membuat jangkrik menahan nafas tidak berkerik. Daun bambu enggan berisik dan angin pun malas mengusik.
Jiwa-jiwa di sini merayakan cinta, merayakan kehidupan. Meski tidak selalu dengan meriah, walau terkadang berkubang sunyi. Di antara luka, dendam dan iri hati.
Meski tanya masih juga mengemuka, kapankah jiwa-jiwa tenang? Setenang jiwa yang menaungi danau ketika bulan bisa bercermin melihat bayangan wajahnya sendiri. Tidakkah pernah akan terjadi?
Album : Kitaro-Impressions Of The West Lake
Sridewanto Edi/220509
June 25th, 2009 at 11:37 pm
hmm.. Jiwa Jiwa yang Tenang.. sebagai pembuka pintu ketuhanan..
Salam Sayang
June 26th, 2009 at 11:45 pm
hmmm … alangkah indahnya kalau bisa bercinta seperi sepasang angsa itu, mas goop, hehe … bisa menikmati dunia yang penuh sensasi.
June 27th, 2009 at 9:02 am
musiknya kitaro saya yang paling suka itu “Silk Road”…
suasananya gimanaaa gitu, paman.
June 28th, 2009 at 4:31 am
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
June 28th, 2009 at 7:55 pm
ayooo
semangatttt
:0