Tafsir Kitaro II

The Moon On The Lake

Air telaga begitu tenang. Sedikit angin mengusiknya, membentuk riak kecil. Ada suara jangkrik dan gemerisik daun bambu yang bergesekan.

Air berkecipak dan memercik sedikit manakala seekor ikan mencapai permukaan dan melakukan gerakan anggun kembali menyelam.

Di mana rembulan? Di atas sana diam-diam memandang tanpa bersembunyi di balik awan. Melihat, menjadi saksi dua angsa yang memadu kasih. Berenang hilir mudik di permukaan danau, meski karena itu, rembulan tidak bisa melihat bayangan wajahnya.

Karena barangkali cinta adalah sebuah perayaan, yang berulang dan terus berulang.

Album : Kitaro-Impressions Of The West Lake

Sridewanto Edi/220509

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Tafsir Kitaro II

  1. Dana Telco says:

    Weh, indah. :)

    :D terima kasih

  2. didut says:

    wes tak baca bolak balik tya gak bs nemu komen yg pas :P

    nah itu komennya pas di kolom koment, hahaha

  3. the fachia says:

    Cinta itu kekal, karena yg memiliki adalah Sang pencipta.. :)

    benar, semacam bisa diperbaharui barangkali, ya? :D

  4. AngelNdutz says:

    wooohhh….keren inih suer de Paman

    makasih, ya nDutz :D

  5. bagus neh sajaknya
    :)

    :oops: makasih, ya, mas….

  6. Are you making this up as you go along?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>